Jepret

Perangkat Desa pun Bisa Aksi Massa

18:39

Senin (27/2), Purbalingga dihiasi dengan pemandangan tak lazim. Kota yang mengklaim dirinya proinvestasi yang biasanya lengang diriuhkan dengan yel-yel ratusan perangkat desa. Tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Purbalingga, mereka menuntut Penghasilan Tetap Aparatur Pemerintah Desa (PTAPD) yang sesuai UMK 2012.

Pertemuan terbatas digelar untuk membahas tuntutan perangkat desa. Rapat di Gedung A Setda itu dipimpin Wabup Sukento Rido. Hadir juga para Wakil Ketua DPRD, Plt Sekda dan juga jajaran pemkab lainnya. 

Namun, PPDI ternyata tak puas dengan hasil pertemuan itu. Selain tak ada Bupati Heru Sudjatmoko, pemkab juga bersikukuh bahwa bengkok sudah menjadi bagian dari pendapatan perangkat desa. Alhasil, tuntutan PPDI kembali menggantung. 
PPDI Purbalingga memenuhi janjinya untuk turun ke jalan. Mereka menggelar aksi massa untuk menegaskan tuntutan mereka tentang PTAPD sesuai dengan UMK Purbalingga 2012, senilai Rp 818.500. Setidaknya 400 perangkat desa datang ke Alun-alun Purbalingga.

Catatan Kecil Hari ini

# 56 (2)

17:36

Sebagian pesan "selamat" di dinding Facebook. Dari 
1000 teman di Facebook, hanya 80 teman yang kirim
ucapan di dinding. Yang lain, siapa?
Diiring dengan lagu bertajuk "I Love You" yang dilantunkan Avril Lavigne, aku ingin melanjutkan cerita tentang pengalaman ulang tahun kemarin. Setelah sebelumnya berbicara soal "doa yang ditukar" dan doa "cepat nikah", sekarang mau berbicara soal lain, yang tak kalah menarik.

Selain isi ujaran-ujaran indah, ada yang tak kalah menarik dalam sehari kemarin. Yakni cara keluarga, teman-teman dan yang terkasih menyampaikan kalimat ucapan. Yang disadari atau tidak, dari tahun ke tahun, selalu ada perubahan.

"‎Terimakasih atas doa dan ujaran yang indah, Selasa kemarin. Sungguh, sekalipun 'keramaian' di kotak masuk hape dan dinding Facebook, hanya satu tahun sekali, semua itu sungguh indah. Terimakasih." begitu aku berujar pada dinding Facebook.

Catatan Kecil Hari ini

#56 (1)

14:00

Makan-makan? Duitnya sapa nih? 
24 tahun. Selama itu, hidup di salah satu sudut dunia. Tepat 14 Februari 2012 lalu. Banyak cerita yang aku alami sejauh 24 tahun ini. Bahkan, tak perlu 24 tahun, dalam satu Selasa saja, aku sudah mendapatkan banyak hal.

Salah satu hal yang aku maksud, yakni tentang kata-kata ucapan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, orang-orang yang dekat, yang disayangi, yang dikenal, menyampaikan segala asa positifnya. Doa-doa yang sudah tentu sudah menjadi khas dalam sekali setahun.

Dalam doa-doa yang mereka utarakan, ada yang berkata soal lompatan menjadi lebih baik, menjadi lebih sukses baik dalam hal rejeki, pekerjaan atau cita-cita. Semua ujaran-ujaran itu sangat positif. Bahkan, ada beberapa di antaranya yang berhasil membuat aku tersenyum. Salah satunya; cepet nikah yah!

Catatan Kecil Hari ini

#55

02:22

Goyang secara berlebihan, membuat panggul tak enak dilihat
Pagi ini, sembari menikmati sedikit sarapan, tivi kembali jadi teman terbaik. Meski harus berulangkali merubah chanel, tetap saja, tivi dipilih menjadi rekan menghilangkan nafsu makan di pagi hari. Program tivi, Dahsyat menjadi coba ditonton.

Si pembawa acara membuka acara tivi yang sedikit banyak menjadi ruang bagi orang-orang yang disebut alay. Salam pembukaan terucap. Tak lama kemudian, si presenter perempuan langsung saja melancarkan kata-kata bergombal ria kepada presenter pria.

"Kamu tahu nggak bedanya monas sama kamu? Kalau monas milik negara, kamu milik aku," begitu ucap perempuan berbadan mungil itu. Ia mengatakannya dengan ekspresi kaku dan kata-kata yang diucapkan dengan sedikit terbata-bata. 

Jepret

Sejumput Cerita dari HPN di Purbalingga

17:23

Hari Pers Nasional (HPN) didaulat jatuh pada 9 Januari 2012. Belakangan, memang penuh perdebatan. Di dalam dunia pers sendiri, ada sebagian orang yang beranggapan bahwa tanggal itu bukan hari pers, melainkan hari kelahiran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Nah, di Kabupaten Purbalingga, tetap ada syukuran HPN. Acara yang digelar di Balai Wartawan itu dihadiri Bupati Heru Sudjatmoko serta perwakilan dari dinas, pengusaha dan politisi. Dua tumpeng disediakan dalam gelaran itu.
Bupati Purbalingga, Heru Sudjatmoko berbicang dengan wartawan senior Purbalingga, Wahyono. Entah apa yang diperbincangkan. Mungkin namanya saja teman dekat, jadi ada saja yang bisa dibicarakan.

Coret Moret

Sajak Curhat

17:53

Mayoritas orang memilih curhat sebagai tempat membuang beban masalah
Aku ingin curhat, tapi ragu
Rasanya, saat curhat, aku tampak lemah
Seperti orang yang tak mampu menangkis godaan uang
Koruptif; brangasan

Aku ingin curhat, tapi ragu
Nanti, bisa-bisa dituduh meniru-niru mengambil trade mark
Bukankah, belakangan Presiden SBY hobi curhat
Sementara aku tak simpati padanya

Aku ingin curhat, tapi ragu
Namun, aku enggan dilabeli; galau detected
Label aneh yang marak disebut, mesti entah apa artinya, kini
Aku cuma ingin sedikit bercerita

Catatan Kecil Hari ini

#54

01:32

sumber: google.com
Sabtu (4/2) sore kemarin, aku berbicang-bincang dengan dua orang teman. Keduanya lelaki. Dan karena keengganan menyebut merek, aku juga enggan menyebut nama mereka secara terang-terangan. Setidaknya, demi menjaga nama baik mereka dari label; biang gosip.

Sepuluh menit, dua puluh menit, tiga puluh menit dan kemudian hitungan berganti jam. Di luar masih gerimis, saat entah bagaimana ceritanya, pembicaraan mengenai berbagai hal tersebut, beralih berbincang soal golongan darah dan karakter diri. Materi obrolan yang klise, namun ternyata menarik untuk dibahas dan ditertawakan.

Kebetulan, kami bertiga, berbeda-beda golongan darahnya. A, B dan AB. Kalau aku pemilik golongan darah AB. Berdasarkan komik golongan darah, seorang teman bergolongan darah B menjelaskan satu persatu karakter dan keterkaitan dengan golongan darahnya.

Catatan Kecil Hari ini

#53

20:16

Hari ini, menyelesaikan pekerjaan, lebih cepat dari biasanya. Bahkan mungkin tiga kali lebih cepat dari waktu yang biasa. Jika biasanya, jam dua siang aku baru memasuki ruang kerja lantas memainkan jari-jari di atas keyboard, maka Kamis siang ini, jam segitu, aku sudah pulang.

Mulanya, alasannya sederhana saja. Aku hanya sedang bosan berada di kursi yang sama hingga malam menjelang. Jadi ya sudah, aku memilih mempercepat kerja dari yang biasanya. Dan, ternyata, sangat bisa dilakukan.

Pekerjaan selesai, lantas menuju Purwokerto. Sebenarnya, tak ada niatan khusus untuk ke Kota Satria. Sebab, aku juga sudah berulangkali bilang dengan teman-teman; aku tak punya alasan lagi untuk ke Purwokerto, tak ada teman. Tapi kali ini, ingin saja ke Purwokerto.

Coret Moret

Sajak Lenyap

19:01

Ingin membikin sajak tentangmu, nona
Sajak singkat yang bercerita tentang senyummu
Senyum yang selalu muncul sembunyi-sembunyi

Ingin membikin sajak tentangmu, nona
Merangkai untaian kata-kata demi melepas penatmu
Yah, meski kau selalu bilang; gombal!

Ingin membikin sajak tentangmu, nona
Kalimat sederhana yang menggugah segala perasaanmu
Menggugah hingga kau mengalihkan kerisauanmu

Ingin membikin sajak tentangmu, nona
Sajak yang terucap dengan lidah kelu dan grogi setengah mati
Tapi tetap saja kau mencubit dan memukul, dengan malu-malu