Sajak Sungguh

14:22

Sungguh, aku hanya ingin menikmati.

Aku tidak terlalu merisaukan besaran yang diberi.

Pun begitu dengan pamrih lain yang menanti.

Sungguh, aku hanya ingin menikmati.

Meski aku tahu, semakin menapak, malah banyak duri.

Duri yang terus mencaci, memaki.

Sungguh, aku hanya ingin menikmati.

Tapi semakin melaju, semakin tampak bodoh diri ini.

Memang bodoh, tak tanggap, atau tak tahu diri?

Sungguh, aku hanya ingin menikmati.

Ini bukan soal materi ataupun pujian yang melangit tinggi.

Aku hanya mencintai.

Mencintai dunia ini.

Dunia yang baru seumur jagung aku tapaki.

Sungguh, aku hanya ingin menikmati.

[20/10/2010]

You Might Also Like

0 komentar