#51

19:04

Koleksi foto profil yang cuma itu-itu saja
Beberapa hari terakhir, sering sekali berganti-ganti foto profil di Facebook. Dalam sepekan kemarin, sudah ada tiga foto yang digilir secara acak dan sangat menyesuaikan selera pribadi. Mulai dari foto yang memajang pose bersama tokoh pewayangan, Petruk, hingga pose khas coverboy jaman baeheula

Namun, ternyata, mengganti foto profil tidak mudah. Butuh pemahaman bahwa foto yang bakal nongol di beranda itu akan dilihat banyak orang. Yang mana, tak selamanya responnya adalah memuji, bisa saja "muak" seperti tanggapan teman-temanku.

Saat aku memajang foto bergaya calon bupati, banyak yang mencandaiku. Salah satunya berkomentar begini;
"Dek Bangkit Wismo yang baik hati,,,demi menjaga kebersihan kantor kita di Purwokerto, tolong foto profilnya diganti. Disini sudah pada mau muntah semua ini,,,
Jangan sampai pada muntah beneran,,nanti kantor kita jadi kotor dan jorokatas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih...bukan begitu om Dhika Wicaksana,om Djito El Fateh, om Purwanto Jil, om Nugroho Pandhu Sukmono, dan om Chandra Iswinarno...."

Mendapati tanggapan semacam itu, aku pun tertawa. Ngakak. Hanya semakin memahami bahwa memajang foto memang bukan perkara asal-asalan. Butuh kekuatan untuk menghadapi komentar. Hehehe...

Tak hanya itu, ada tanggapan lain dari seorang teman yang lain. Ia malah sempat mengira Facebook-ku di-hack lagi oleh orang. "Kan pernah bilang, kalau mas bangkit yang makai facebook nggak bakal pernah ganti-ganti foto," ucapnya.

Aku tertawa. Aku cuma menjawab, pergantian foto dalam hitungan hari itu dilakukan karena banyak orang yang memberi tanggapan atas beberapa fotoku. Itu saja.

Dalam kajian skripsiku yang bertajuk "Facebook Sebagai Panggung Sandiwara; Sebuah Studi Dramaturgi" foto di profil dan juga koleksi foto memang merupakan bagian dari pencitraan kita di depan orang lain. Dari foto, kita akan memberikan respon terhadap seseorang. Termasuk; mau menerima pertemanan atau tidak.

[29/01/2012]

You Might Also Like

2 komentar

  1. owOw, mas bangkit, SIKom ternyata ahli perfesbukan sejati! :O

    BalasHapus
  2. mangsudnya gimana yah mbak alfy? apa arti "ahli ferbukan sejati"?? hmmm....ckckk

    BalasHapus