Sejumput Cerita dari HPN di Purbalingga

17:23

Hari Pers Nasional (HPN) didaulat jatuh pada 9 Januari 2012. Belakangan, memang penuh perdebatan. Di dalam dunia pers sendiri, ada sebagian orang yang beranggapan bahwa tanggal itu bukan hari pers, melainkan hari kelahiran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Nah, di Kabupaten Purbalingga, tetap ada syukuran HPN. Acara yang digelar di Balai Wartawan itu dihadiri Bupati Heru Sudjatmoko serta perwakilan dari dinas, pengusaha dan politisi. Dua tumpeng disediakan dalam gelaran itu.
Bupati Purbalingga, Heru Sudjatmoko berbicang dengan wartawan senior Purbalingga, Wahyono. Entah apa yang diperbincangkan. Mungkin namanya saja teman dekat, jadi ada saja yang bisa dibicarakan.
Ini gaya Kepala Biro Radar Banyumas wilayah Purbalingga, Eko A Rachman ketika mendengarkan sambutan Bupati Heru Sudjatmoko. Salah satu dari sekian banyak wartawan senior di Kota Pewira.

Entah kenapa Kabag Humas Polres Purbalingga, AKP Trasmaka bertopang dahi semacam itu. "Saya makan tumpeng dua kali," kelakar polisi ramah itu merujuk pada tumpengan ultah Kapolres Purbalingga.

Bupati Heru Sudjatmoko menyampaikan apresiasinya terhadap pers di Purbalingga. Khususnya, dalam mendukung pembangunan di Purbalingga. Kata dia, kritikan itu seperti sambel, yang kepedasannya relatif bagi tiap-tiap orang.

Wartawan bisnis Suara Banyumas Suara Merdeka, Ryan Rachman sedang membaca koran Suara Merdeka sesaat sebelum acara. Selain pewarta, pria asli Kebumen itu juga dikenal sebagai salah satu sastrawan.

Satu lagi wartawan senior di Purbalingga, Joko Santoso. Pria yang identik dengan jambangnya itu merupakan wartawan di Koran Pagi Wawasan. Ia penyuka olahraga sepak bola. 

Kabag Humas Setda Purbalingga, Rusmo Purnomo menjadi salah satu orang di Pemkab yang selalu ditemui wartawan. Bagian Humas Setda menjadi salah satu ukuran kerja sama antara pemkab dan insan pers.

[10/02/2012]

You Might Also Like

1 komentar

  1. Mas angger ketemu Pak Heru maning salam ya, Pak Heru pernah mengisi sambutan di Musholaku tapi Aku keburu tewas. Pas tangi wis esuk acarane wis bubar.

    BalasHapus