Perangkat Desa pun Bisa Aksi Massa

18:39

Senin (27/2), Purbalingga dihiasi dengan pemandangan tak lazim. Kota yang mengklaim dirinya proinvestasi yang biasanya lengang diriuhkan dengan yel-yel ratusan perangkat desa. Tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Purbalingga, mereka menuntut Penghasilan Tetap Aparatur Pemerintah Desa (PTAPD) yang sesuai UMK 2012.

Pertemuan terbatas digelar untuk membahas tuntutan perangkat desa. Rapat di Gedung A Setda itu dipimpin Wabup Sukento Rido. Hadir juga para Wakil Ketua DPRD, Plt Sekda dan juga jajaran pemkab lainnya. 

Namun, PPDI ternyata tak puas dengan hasil pertemuan itu. Selain tak ada Bupati Heru Sudjatmoko, pemkab juga bersikukuh bahwa bengkok sudah menjadi bagian dari pendapatan perangkat desa. Alhasil, tuntutan PPDI kembali menggantung. 
PPDI Purbalingga memenuhi janjinya untuk turun ke jalan. Mereka menggelar aksi massa untuk menegaskan tuntutan mereka tentang PTAPD sesuai dengan UMK Purbalingga 2012, senilai Rp 818.500. Setidaknya 400 perangkat desa datang ke Alun-alun Purbalingga.
Aksi massa sekitar 400 anggota PPDI Purbalingga dikawal ketat oleh petugas Polres Purbalingga dan Satpol PP. Pengawalan sudah dilakukan sedari komplek Alun-alun Purbalingga. 

Perangkat desa di Kota Perwira merangsek ke komplek Pendapa Dipakusuma, namun ternyata, Bupati Heru Sudjatmoko tak ada di Purbalingga.  Karenanya, ia tak nampak dalam pertemuan terbatas antara pemkab, DPRD dan perwakilan PPDI. Bupati Heru dan Ketua DPRD memenuhi undangan ke Jakarta. 

Upaya ratusan perangkat desa untuk masuk ke dalam komplek Pendapa Dipakusuma terhambat petugas dari Polres dan Satpol PP. Aksi tersebut memang dikawal ketat oleh petugas yang sudah datang sebelum perangkat desa hadir.
[27/02/2012]

You Might Also Like

8 komentar

  1. Nek model kaya kiyehan aku no comment gan. Masalaeh aku ra ngerti duduk permasalahane karo undang undange. hehehe

    Kae foto pak polisi sing lagi madep mburi apik lho,.., Nice shot

    BalasHapus
  2. Heheee, kan boleh komen isu yang difoto maupun kualitas fotonya. ya syukur ana sing apik fotone yah bang syarif..hehe

    BalasHapus
  3. kye sering-sering baen mas bangkit,kegiatan masyarakt di up date ben pada ngerti,mantep lah hasil jepretane...salam kenal mas,salam paseduluran.

    BalasHapus
  4. Matur tengkyu kang...salam kenal, salam paseduluran uga yah..hehe

    BalasHapus
  5. salut, fotonya keren,
    tapi kalo Mas Bangkit nulis di koran itu kok jarang pake foto ya?

    BalasHapus
  6. Kang daplun, mungkin karena fotonya masih kurang bagus. jadi masih kalah sama yang lainnya. hehe

    BalasHapus
  7. Pada nyong be ra mudeng maksude wong anu udu urusane, smg bs mendapat titik temu dan kesepakatan bersama yg saling menguntungkan.

    Go pak bupati ya sing merakyat bae ya pak, apa sing di kerjakna rika di publikasi siii ngko pada ngerti apa bae sing rika kerjakan slma jd bupati heheheh...

    BalasHapus
  8. Hehehe... kudune pancen kaya kuwe kang eko. tapi ndean, gayane bupati siki pancen beda karo liane...

    BalasHapus